Sekolah Rakyat Diperuntukkan Bagi Kaum Miskin

Maret 2025 ini, Pemerintahan Prabowo Subianto sedang mematangkan rencana pembukaan sekolah rakyat. Di luar dari instansi yang menaungi pendidikan, Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi pelaksana program ini.

Ilustrasi sekolah rakyat (sumber: freepik)

Baca juga: Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

“Ada 53 titik yang menjadi prioritas kita. Bisa jadi 1 titik itu ada 3 satuan pendidikan, bisa jadi 2 satuan pendidikan atau 1 satuan pendidikan," ujar Muhammad Nuh, Ketua Formatur Sekolah Rakyat Kementerian Sosial.

Untuk saat ini, tahapan yang dijalankan yaitu sedang dilakukan pemetaan. 

"Kita sedang memetakan angka kemiskinan di sekitar titik itu ada berapa dan disesuaikan dengan strata usia. Kalau jumlah usia SD-nya banyak di situ didirikan sekolah rakyat setingkat SD, dan seterusnya," imbuhnya. 

Ketika ditanya mengenai posisi sekolah rakyat dengan sekolah-sekolah yang sudah berdiri, Muhammad Nuh menyatakan kedua sekolah tersebut saling melengkapi.

'Sekolah yang sudah ada dan sekolah rakyat itu saling melengkapi, saling menyempurnakan, tujuannya sama yaitu mencerdaskan bangsa sekaligus juga memotong mata rantai atau transmisi kemiskinan,” terangnya.

Bangkitkan Kaum Dhuafa dari Rantai Kemiskinan 

Lebih jauh, Nuh memberikan apresiasi gagasan dan ide dari Presiden Prabowo Subianto untuk memotong mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. Ia menilai kunci kejayaan Indonesia adalah kaum dhuafa yang bangkit dari kemiskinan.

Mengutip situs Kemensos go.id, melalui program sekolah rakyat ini, pemerintah menargetkan peserta didik berasal dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Baca juga: Pelajaran dari Lamongan dalam Mencegah Kekerasan Ekstrim

Disebutkan juga, sekolah rakyat akan dibuka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan standar pendidikan nasional. Tidak berbeda dengan model sekolah pada umumnya, sekolah rakyat mengajarkan mata pelajaran formal. Kurikulumnya juga akan menekankan pada aspek penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan. Sekolah ini juga menerapkan seleksi yang mana akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan verifikasi status ekonomi, dilanjutkan dengan tes akademik.  

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat akan mencapai 200 unit per tahun. Dengan demikian, dalam lima tahun ke depan paling kurang satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten, terutama di wilayah dengan kantong-kantong kemiskinan. "Kita ingin menghilangkan kemiskinan dalam waktu secepat-cepatnya. Saya yakin ini bisa kita kerjakan," katanya pada pidato pada Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada 21 Maret 2025.

Melipirnews 

Komentar

Popular Posts

Surabaya Bergerak: Suara Perempuan dan Kelompok Rentan Bergema di Peringatan Hari Perempuan Internasional

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Kepemimpinan Algoritma: Siapkan Pemimpin Jawa Timur Hadapi Era Digital

Komunikasi Empatik: Kunci Pemimpin Membangun Kepercayaan dan Hubungan yang Kuat

Survai: Hak Publik Dapatkan Berita Akurat Terancam Jika Intimidasi Jurnalis Terus Terjadi

Langkah Kecil untuk Atasi Masalah Sampah Perkotaan yang Membesar

MTI: Setelah 10 tahun Bridging, Seharusnya Ojol Hanya untuk Pengantaran Barang

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Drama Pertentangan Duterte dengan International Criminal Court (ICC)

Advertisements

ARTIKEL FAVORIT PEMBACA

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

Kontes Debat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Bertaruh Cuan di Tengah Kemacetan Jalan Raya Sawangan

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

Kasih Bunda Tak Terkira; Ber-Solo Touring Demi Tengok Anaknya

Rangkaian Harmusindo 2024: Dorong Museum Sebagai Destinasi Wisata dan Edukasi

Advertisement

Buku Baru: Panduan Praktis Penelitian Sosial-Humaniora

Berpeluh Berselaras; Buddhis-Muslim Meniti Harmoni

Verity or Illusion?: Interfaith Dialogue Between Christian and Muslim in the Philippines

IKLAN ANDA

IKLAN ANDA

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.