Kontes Debat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Ajang Temu Pendidik Nusantara (TPN) tahun 2024 ini yang dihelat di gedung Pos Bloc (bekas gedung Filatel) di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 2 November 2024 diramaikan dengan debat antarguru.

Debat terbuka dan sengit tersaji mengenai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Program P5 ini tak bisa dilepaskan dari program guru penggerak. Tim debat dibagi menjadi 2, tim pro dan tim kontra. Mereka saling serang satu sama lain tentang kelebihan dan kekurangan P5.






Dimoderatori panitia, kedua kubu saling serang mengenai manfaat P5 serta kerugiannya. Tim pro misalnya, menyampaikan bahwa P5 menjadikan peserta didik mampu mengenali dan memasak sendiri makanan khas tertentu. Mereka juga mengetahui bahan-bahan yang diperlukan dan berikut harganya.
 
Tim kontra tidak kalah sengit. Mereka menganggap program P5 justru berpotensi membunuh para pedagang makanan karena mereka tidak lagi menjadi rujukan bagi siswa untuk mendapatkan aneka masakan favoritnya. Selain itu, P5 yang menuntut penggunaan teknologi digital, tidak dapat diterapkan secara merata terutama di kawasan-kawasan yang jaringan internetnya tidak bagus. 

Meski debat berlangsung panas, namun tidak sampai mengeruhkan suasana. Situasi tetap kondusif walaupun sesekali ditingkahi dengan nada suara meninggi. Penonton debat pun dibuat kagum dengan masing-masing pendapat dari kedua tim. 

Di tengah acara Temu Pendidik Nusantara (TPN) yang tahun ini genap 11 kali, banyak juga sekolah yang memamerkan capaian program P5-nya. Beberapa sekolah yang ikut memamerkan capaian P5-nya, bahkan menugaskan siswanya untuk menjaga stand dan menjelaskan kepada pengunjung. Tidak hanya sekolah di kawasan Jabodetabek saja, melainkan juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Rangkaian Harmusindo 2024: Dorong Museum Sebagai Destinasi Wisata dan Edukasi

Salah seorang peserta yang berasal dari Tanah Sereal Bogor, mengungkapkan bahwa dirinya memang berniat menghadiri acara ini. "Sebagai guru sekolah dasar, saya ingin mengembangkan karir saya. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan TPN seperti ini. Apalagi saya sudah bergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang fokus pada pengembangan karir guru seperti saya" ujarnya. Bersama dirinya, sejumlah belasan guru datang menyertainya dari daerah yang sama. Mereka datang menggunakan moda transportasi KRL. 

Selain kontes debat, acara TPN ke-11 ini juga diwarnai dengan bedah penelitian para guru, talk show bidang pendidikan, aneka permainan serta konser musik. 

MN

Komentar

Popular Posts

Surabaya Bergerak: Suara Perempuan dan Kelompok Rentan Bergema di Peringatan Hari Perempuan Internasional

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Kepemimpinan Algoritma: Siapkan Pemimpin Jawa Timur Hadapi Era Digital

Sekolah Rakyat Diperuntukkan Bagi Kaum Miskin

Komunikasi Empatik: Kunci Pemimpin Membangun Kepercayaan dan Hubungan yang Kuat

Survai: Hak Publik Dapatkan Berita Akurat Terancam Jika Intimidasi Jurnalis Terus Terjadi

Langkah Kecil untuk Atasi Masalah Sampah Perkotaan yang Membesar

MTI: Setelah 10 tahun Bridging, Seharusnya Ojol Hanya untuk Pengantaran Barang

Antara Pariwisata dan Pelestarian: Dilema Borobudur dalam Perpres 101 Tahun 2024

Drama Pertentangan Duterte dengan International Criminal Court (ICC)

Advertisements

ARTIKEL FAVORIT PEMBACA

Memanfaatkan Setu-Setu di Depok Sekaligus Menjaganya dari Ancaman Alih Fungsi

Timun atau Melon Suri yang Selalu Beredar di Jabodetabek di Bulan Suci?

Judi Online Berlari Liar di Antara Pekerja Informal Hingga Anggota Dewan

Musik Gambus "Milik" Betawi Berunsur Kebudayaan Nusantara

Perpaduan Budaya Penambah Eksotis Masjid Ridho Ilahi, Wilangan, Nganjuk

Bertaruh Cuan di Tengah Kemacetan Jalan Raya Sawangan

Kawasan Menteng Bergaya Eropa Jejak Peninggalan Kebijakan Daendals

Kasih Bunda Tak Terkira; Ber-Solo Touring Demi Tengok Anaknya

Rangkaian Harmusindo 2024: Dorong Museum Sebagai Destinasi Wisata dan Edukasi

Advertisement

Buku Baru: Panduan Praktis Penelitian Sosial-Humaniora

Berpeluh Berselaras; Buddhis-Muslim Meniti Harmoni

Verity or Illusion?: Interfaith Dialogue Between Christian and Muslim in the Philippines

IKLAN ANDA

IKLAN ANDA

Kirimkan Artikel Terbaik Anda

Kanal ini menerima sumbangsih tulisan features terkait dengan area dan tujuan kanal. Panjang tulisan antara 500-700 kata. Dikirim dengan format, yakni judul-MN-nama penulis. Isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.